Barang siapa yang merasakan dirinya kacau dalam masalah keuangan, sulit mendapatkan jodoh pasangan hidup atau tidak laku nikah, serta sulit untuk mendapatkan keturunan. Maka itulah yang dinamakan dia “sial”.
Dan untuk itu maka dipersilahkan mengikuti tata cara upacara membuang sial. yang di tanah Jawa dikenal dengan istilah “Ruwatan”
8.21.2008
BUANG SIAL
8.17.2008
ASMA AIR MAWAR
Bagi Teman-teman yang menginginkan Attunment/ pengisian Ilmu kanuragan, Pengasihan dll dengan cara insyant. Bisa menggunakan media ini.
Tinggal teteskan di mata dan balurkan di seluruh tubuh saja.
Media berbentuk cair diantaranya berisi beberapa sari bunga.
Keterangan lebih lanjut silahkan hubungi lewat E-mail/ PM by YM.(numpang_mail@yahoo.co.id)
HYPNO TERAPHY
Metode pengobatan dengan menggunakan hypnotis.
Pada tahun 1734-1815 seorang dokter berkebangsaan Inggris memperkenalkan metode pengobatan medical hipnosis atau yang sekarang lebih dikenal hipnoterapi. Terapi ini diterapkan untuk psikoterapi, mencegah timbulnya ganguan kesehatan (prevention of diseases), peningkatan taraf kesehatan (health promotion) serta untuk upaya rehabilitasi lainnya.
Hipnoterapi Bukan Gendam
Anggapan masarakat terhadap hipnoterapi sering diasumsikan sama dengan metode gendam yang sering digunakan untuk praktek kejahatan, keduanya memang sama menggunakan gelombang elektromanetik dan energi dalam tubuh manusia, namun ada perbedaan mendasar dalam penerapannya. Menurut Dr. Erwin, hipnoterapi bukanlah gendam atau ilmu sihir. Seperti yang banyak digunakan dalam kasus kejahatan, korban dibuat tidak sadar dan menyerahkan apa yang dimilikinya. Dalam hipnoterapi, si pasen dijadikan subjek aktif yang dipandu secara sadar dan mau menerima apa yang di lakukan terapis sehingga melakukan energinya sendiri untuk penyembuhan dimaksud. Sedangkan dalam gendam yang terjadi adalah proses magnetisme, yaitu si korban/pasien menjadi obyek pasif dan secara tidak sadar dipengaruhi energi dari si pelaku kejahatan.
Cara Kerja Hipnoterapi
Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani berarti tidur. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan mengkondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state) manusia. Untuk membangkitkan jiwa bawah sadarnya, pasien dalam kondisi relaksasi atau atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Saat jiwa sadarnya beristirahat maka jiwa bawah sadarnya akan muncul. Dalam kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus menerus hingga keadaan dimana rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan digantikan oleh sugesti positif . Jadi cara Kerja hipnoterapi “bermain” di “piranti lunak” atau badan halus/roh dalam tubuh manusia.
Untuk menggunakan metode ini diperlukan Min 7 x s/d 10 x terapi.
Dalam 1 x terapi membutuhkan kurang lebih 30 menit s/d 40 menit.
Metaphysical Healing
METAPHYSICAL HEALING
Setiap manusia di ciptakan Oleh Yang Maha Kuasa dengan sangat sempurna. Semua sistem yang ada di dalam tubuh kita akan mampu untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Ini terbukti dengan banyaknya metode metode pengobatan alternatif yang tujuannya untuk menyembuhkan penderita yang sedang terkena penyakit yang di anggap tidak dapat di sembuhkan dalam dunia medis.
Dalam tubuh manusia terdapat 3 unsur yang mendukung lama hidupnya seseorang, yaitu :
- pikiran ( mind )
- jiwa ( soul )
- raga ( body )
apabila 3 unsur yang terdapat di atas seimbang, maka umur seseorang manusia akan lebih lama daripada umur manusia umum kebanyakan.
Apakah Metaphysical Healing ?
Apa Saja Yang Mampu Di Sembuhkan Dengan Pikiran
Apa Yang di Butuhkan Untuk Sembuh
- bersabar
- rutin
- mengikuti metode pelatihan penyembuhan dengan benar
- ikhlas
Untuk menggunakan metode ini diperlukan Min 7 x s/d 10 x terapi.
Dalam 1 x terapi membutuhkan kurang lebih 30 menit s/d 40 menit.
4.14.2008
WARNA AURA
Kalau kita perhatikan dengan santai dan pandangan yang jernih maka kita dapat melihat walau mungkin secara samar bahwa pada badan yang hidup ( juga ada badan tak hidup ) terdapat semacam lapisan warna yang meliputinya yang kita kenal dengan nama AURA.
Warna dari Aura mirip seperti warna pelangi yang menyelimuti permukaan sebuah benda (terutama benda hidup) dan warna tsb dapat berubah setiap saat tergantung dari keadaan mental orang tsb.
Pada manusia Aura dapat kita lihat menjadi TIGA bagian .
Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris).
Warna Aura ini kebanyakan berwarna gelap atau kadang agak kelabu.
Lapisan Kedua terletak diatasnya atau diluarnya adalah Aura bagian dalam yang sedikit banyak mencermin kankeadaan kesehatan si pemilik tubuh tsb.
Lapisan ketiga adalah lapisan diatasnya lagi atau dibagian luarnya lagi yang kita sebut Aura bagian luar ,yang sangat banyak terpengaruh oleh keadaan mental atau kebatinan orang ybs.
Warna dan Artinya :
Hitam
Lebih banyak diartikan sebagai pikiran yang negatif
Merah Lebih banyak diartikan dengan kemarahan dan hawa nafsu
Coklat Lebih banyak diartikan dengan keserakahan dan mementingkan diri sendiri.
Abu-Abu Lebih banyak diartikan dengan suasana kemuraman dan kesedihan kadang ketakutan.
Oranye Lebih diartikan dengan ambisi.
Kuning Lebih diartikan dengan kecerdasan pada ybs.
Hijau Sifat baik
Biru Rasa keagamaan ,ketaatan dan cita-cita mulia
Putih Menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
Tentu masih banyak lagi warna kombinasinya yang dapat kita lihat dan ini mempunyai arti gabungan tsb.
MINGGU - PEMBELAJARAN TOTOK AURA
Kemaren sebuah pengalaman yang tidak disangka-sangka
Ku mendapat pembelajaran tentang TOTOK AURA yang aku tilik seperti sebuah metode yang cukup melegenda.
Teori dan metode yang cukup simple tapi ternyata membuat sebuah effec dan sensasi yang wouws. :)
Akan ku coba untuk beberapa teman sebagai bahan pertimbangan hasil antara satu dengan satunya. dan adakah perbedaan yang signifikan dan mencolok.
TOTOK AURA KECANTIKAN
TOTOK AURA KESEHATAN
DLL
Thanks sobat ku di TMII yang telah sharing tentang pengetahuan ini. Doakan semoga pengetahuan ini dapat bermanfaat buat ku
4.06.2008
Nyoba Posting Icon
:) :o :
:) -->
:D -->
:$ -->
:( -->
:p -->
;) -->
:k -->
:@ -->
:# -->
:x -->
:o -->
:L -->
:O -->
:r -->
:y -->
:t -->
:s -->
:~ -->
:v -->
:f -->
:d -->
:c -->
:z
4.05.2008
T U H A N
14:51 WIB
Ya Tuhan
Hari ini kumulai dengan senyum yang paling indah bagiku
Ternyata didepan menghadang awan hitam dan petir yang menyambar.
Tuhan saat seperti ini
Kumengharap Bahwa ada cercah harap yang tersisa yang bisa ku gunakan
Tapi Yang penah kubagi tidak bisa kuharap
Dimana yang bilang I LOVE YOU
Dimana yang Bilang thanks for you
Tuhan
Ternyata mereka bukan cinta atau sayang
Tapi hanya sekedar melepas penat dan lelahnya dipangkuan dan pundak ku.
Tuhan
Kupercaya dibalik ini semua
Ada Terang, harap, dan bahagia yang Engkau janjikan dalam hidupku
Tuhan
Biarkan kutetap percaya dalam senyum ini, bahwa Engkau tetap ada untuk ku.
Tolong Tuhan Jangan Tinggalkan aku dalam sendiri dan penat ini
3.27.2008
KATA-KATA SPIRITUAL
Energi spritual adalah energi bathin, namun dalam ber spiritual, energi tidak dikedepankan. Berspiritual atau tidak berspiritual, energi tetap ada, hanya kadar besar dan kecilnya saja dan jenis warna yang berbeda.
Alam energi adalah alam jiwa, alam nafs, alam arwah atau sukma. alam cahaya adalah alam Ruh. Energi jiwa harus masuk kedalam cahaya - bagaikan api yang mendekati minyak bakar.
Perilaku baik, adalah pengolahan diri dalam rangka mendekati minyak bakar, karena sifat Ruh baik adanya, maka pendekatannya melalui jalan yg sama, nur ilahi inilah namanya atau jabar tegak - dalam lafadz jallalah.
Meditasi, samedhi, dll. adalah cara "mengunci" diri agar tidak liar,. keluar dari orbit manusia yg mulia, dus artinya kita sedang menghukum nafs, melatih nafs agar jinak, dengan cara manaklukan PIP, Pikiran, Ingatan, Perasaan, karena ke tiganya adalah tentaranya nafs yang ampuh untuk merusak diri.
Meditasi, samedhi, dll. adalah kita sedang membuka tutup dari sebuah tabung yang berisi energi yg besar, yang dimiliki oleh semua manusia.
Seluruh agama menuntun manusia agar berbuat baik, menyatu dengan alam dan ikut bertashbih kepadaNya, seperti seluruh mahluk yang juga bertashbih tanpa henti. Effek sampingan dari ini adalah energi yg besar muncul tanpa diminta. Ini yg saya sebut sebagai energi Illahiah.
Untuk itu manusia harus ber-evolusi dari ulat - kepompong - dan menjadi kupu-kupu. Siapa saja yg tidak ber-evolusi, tidak berjalan di orbitnya, akan hancur "tertabrak planet lain".
Energi Ilahiah berbeda dengan energi bathin, dus artinya tanpa beragama kita bisa menjadi sakti, kalau kesaktian yg dicari. Untuk menjadi seorang dukun, energi bathin saja sudah cukup bagus membantu, tidak perlu energi ini duduk di ruh.
3.26.2008
QODHO’ DAN QODAR
Takdir berakar dari kata qadara yang memiliki arti, antara lain, keputusan, ketetapan, dan perhitungan. Dalam Alquran banyak ayat yang membicarakan takdir. Salah satunya: ‘‘Allah menetapkan malam dan siang.” (Al-Muzammil: 20). Dalam ayat lain, Allah SWT menyatakan: ‘‘Matahari itu bergerak pada posisinya. Itulah ketetapan pasti Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Mengetahui. Kemudian, bulan juga Kami tetapkan posisinya, hingga ia pada suatu saat akan kembali ke posisi semula.” (Yasin: 28-29).
Alquran cukup indah menggambarkan persoalan takdir ini. Ketika takdir dikaitkan dengan Allah SWT, maka takdir adalah gambaran kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas dan mutlak. Allahlah yang menciptakan alam raya beserta segala isinya, tanpa ada yang mampu menandinginya. Manusia adalah bagian dari takdir penciptaan itu sendiri. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang terlingkupi oleh takdir-Nya.
Namun, lain halnya ketika takdir itu dikaitkan dengan umat manusia. Alquran selalu menggambarkan bahwa manusia memiliki keleluasaan untuk melakukan berbagai hal yang mereka inginkan. Dalam Alquran tercatat: ”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah nasib mereka sendiri.” (Ar-Ra’d: 11). Alquran juga menggambarkan bahwa apa yang akan manusia peroleh di akhirat nanti, itulah hasil usaha mereka di dunia. ”Siapa yang beramal baik, maka ia akan menuai kebaikan itu, namun siapa yang beramal buruk, maka ia akan mendapatkan keburukan di akhirat itu pula.” (Al-Zalzalah: 7-8).
Dilihat sepintas lalu, ada perbedaan tajam menyangkut takdir tersebut. Di satu sisi Allah SWT mahakuasa dan menguasai manusia, namun di sisi lain Allah juga menyatakan manusia memiliki keleluasaan berbuat sesuai dengan kehendaknya. Lalu, apa sebetulnya hakikat takdir itu? Dalam satu kesempatan, Nabi SAW pernah menggambar garis lurus di atas tanah, dengan disaksikan oleh para sahabatnya. Beliau menggambar banyak garis yang berbeda bentuknya dan satu garis lurus. Ketika menggambar itu, beliau ditanya oleh para sahabatnya tentang maksud gambar itu.
Beliau lantas bersabda, ”Ini adalah satu jalan yang lurus, sedangkan yang lainnya adalah jalan-jalan yang beragam.” (HR Bukhari dan Muslim). Artinya, di dunia ini ada banyak jalan yang dilalui oleh umat manusia. Manusia bebas menempuh jalan-jalan itu, namun selanjutnya, Nabi SAW tegaskan hanya ada satu jalan lurus yang mesti ditempuh oleh umat manusia. Jalan inilah yang Allah SWT dan Rasul-Nya tunjukkan.
Takdir dengan demikian adalah keputusan dan ketetapan Allah SWT yang pasti terjadi. Namun, kita tidak akan pernah tahu takdir Tuhan seperti apa. Kita tidak dituntut untuk tahu apa yang Allah SWT tetapkan pada kita. Yang dituntut dari kita adalah upaya kita untuk melakukan segala macam amal kebaikan positif di dunia ini. ”Dunia itu ladang akhirat,” ujar Rasulullah SAW. (HR Bukhari). Yang menanam kebaikan akan beroleh kebaikan. ”Berlomba-lombalah dalam hal kebaikan.” (Al-Baqarah: 148).
Takdir Sudah Ditentukan 50.000 tahun Sebelum Langit dan Bumi Diciptakan
Seorang muslim yang bertakwa tentu memahami arti keimanan dengan baik, karena untuk mencapai derajat ketakwaan seseorang harus beriman terlebih dahulu sebagaimana salah satu perkataan Allah SWT pada ayat Al Qur’an berikut ini : “Hai orang – orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 183)
Lalu mengapa seseorang harus bertakwa kepada Allah SWT ?
“Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)
Jadi pada intinya Allah SWT menyuruh kaum muslimin beramal shalih setelah beriman adalah dimaksudkan agar kaum muslimin dapat bersyukur kepada-Nya terutama atas nikmat-Nya yang sangat banyak. Maka dari itu kekokohan iman seorang muslim merupakan prasyarat mutlak dalam beramal shalih, agar amal shalih tersebut dapat berbuah ketakwaan kepada Allah SWT.
Definisi iman itu sendiri dapat dilihat pada hadits shahih berikut ini, dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk” (HR Imam Muslim)
Salah satu cabang keimanan yang utama berdasarkan nash shahih di atas adalah bahwa beriman kepada takdir (qadar) yang Allah SWT telah tetapkan kepada setiap hamba baik itu takdir baik maupun takdir buruk. Firman Allah SWT, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya” (QS Al Hadid 22)
Dan dari ayat di atas jelas Allah SWT katakan bahwa takdir yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya sudah ditentukan sebelum Allah SWT menciptakan langit dan Bumi sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)
Termasuk apakah ia menjadi ahli surga atau neraka, Allah SWT sudah tentukan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini diciptakan. Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda, “Maka demi Allah, yang tiada tuhan yang haq disembah melainkan Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan perbuatan ahli neraka, maka ia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalamnya” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)
Maka dari itu Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (239 – 321 H) pada kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah yang diberi ta’liq (komentar) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Semenjak dahulu kala Allah Ta’ala telah mengetahui berapa jumlah hamba-Nya yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Total dari jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak akan pula berkurang”
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani memberikan komentar atas ucapan Imam Abu Ja’far Ath Thahawi ini sebagai berikut, “Nampaknya Imam Ath Thahawi merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru, dia berkata, ‘Pernah suatu ketika Rasulullah SAW keluar menemui kami memegang 2 kitab … Kemudian sambil menunjuk kitab yang ada di tangan kanan, Beliau SAW berkata, Kitab ini berasal dari Tuhan Semesta Alam yang memuat nama – nama penduduk surga yang dilengkapi nama bapak – bapak dan nama – nama kabilah mereka. Kemudian Allah mengumpulkan mereka menjadi satu (dalam kitab ini). Jumlah nama – nama yang ada dalam kitab ini tidak akan bertambah maupun berkurang selama – lamanya … - hadits ini cukup panjang - … (HR. At Tirmidzi, hadits ini dishahihkan oleh Imam At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani)’”
Namun demikian, tidak ada seorangpun tahu apakah ia menjadi ahli surga atau ahli neraka karena hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui perkara – perkara yang ghaib. Firman Allah SWT, “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS An Naml 65)
Artinya walaupun seorang manusia apakah nanti takdirnya masuk ke dalam surga atau ke dalam neraka maka ia sebagai seorang hamba Allah wajib selalu berusaha mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala dan selalu meminta agar dimasukan ke dalam surga-Nya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa” (QS Al Imran 133)
Dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT walaupun hanya sebentar, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)
Juga dengan beriman kepada takdir Allah tidaklah berarti memberikan kesempatan kepada hamba untuk berdalih dengannya dalam meninggalkan perintah Allah atau melanggar apa yang dilarang-Nya. Karena Allah SWT berfirman, “Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” (QS At Taghabun 16), yang artinya seorang hamba tidak akan dibebani kecuali sebatas kemampuannya. Dan sabda Rasulullah SAW,“Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga”.
Maka berkatalah seorang laki – laki dari kaumnya, “TidakKah (dengan demikian) kita berserah diri saja, wahai Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, tetapi berusahalah ! Karena masing-masing dimudahkan kepada (kententuan) penciptaannya” (HR. Imam Bukhari)
Akhirnya dapat difahami bahwa hakekat takdir adalah rahasia Allah Ta’ala yang telah ditentukan atas hambanya sebelum Allah SWT menciptakan seluruh isi langit dan Bumi dan sebagai manusia maka wajib bagi kita untuk selalu berusaha mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya Allah SWT tidak membebani kewajiban yang mana kita tidak sanggup untuk memikulnya.
Dan takdir itu sendiri tidaklah diketahui oleh malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun oleh Nabi yang diutus karena Allah SWT telah menutup ilmu takdir dari makhluk – makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab-Nya, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)
Sumber : disusun oleh oleh : Abu Tauam Al Khalafy, dari berbagai sumber :
1. 40 Hadits Shahih, Imam An Nawawi, Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H.
2. Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, At Tibyan, Solo, Edisi Indonesia, November 2000 M.
3. Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Media Hidayah, Cetakan Pertama, Mei 2005 M
4. Tauhid, Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H
Artikel ini aku persembahkan special buat sahabatku yang jauh disana :semoga menjadi tambahan keimanan dirimoe dan keluarga.

